Posted by: nyomnyom | January 12, 2012

” Hallo, siapa namamu? “

Hari ini agak berbeda dari sebelumnya. Selesai bekerja aku tak pulang ke rumah. Aku ingin menikmati malam terakhir aku bekerja di tempat ini. Aku ingin merayakan kemerdekaanku dengan segelas jus alpukat dan semangkuk mie kuah kesukaanku sambil merasakan hembusan angin pantai yang menyibakkan rambut panjangku.

Aku bergegas pergi. Aku tak ingin berpamitan dengan orang-orang di tempat kerja. Mereka tidak kuanggap sebagai temanku. Aku juga tak punya siapa-siapa lagi di kota ini. Aku disini hanya untuk bekerja. Aku tak ingin dikenal oleh siapapun. Maka aku pun buru-buru pergi setelah urusan keuanganku dengan tempat ini selesai. Aku tak menengok sedikit pun ke tempat aku bekerja selama hampir dua belas tahun. Aku tak ingin kembali.

Aroma amis pantai mulai merasuki hidungku. Jejeran gerobak penjual makanan dan minuman mulai sepi dari pengunjung. Malam memang sudah sangat larut. Sudah hampir pukul 1 pagi. Aku memilih gerobak berwarna hijau yang menjual aneka hidangan mie. Di bangku depanku duduk seorang anak lelaki kecil yang nampak lahap menikmati sepiring mie goreng. Pakaiannya agak lusuh. Sebuah tamborin kecil berwarna merah-hijau-kuning di atas meja sesekali ia sentuh. Mungkin ia ingin meyakinkan tamborin itu aman. Mungkin pula itu satu-satunya barang berharga miliknya.

Merasa aku amati, anak itu mengangkat kepalanya dan menatapku. Ia tersenyum. Usianya kuperkirakan tak lebih dari tujuh tahun. Masih terlalu kecil untuk hidup di jalanan. Mungkin ia juga sepertiku yang tak punya siapa-siapa di kota ini.

Anak lelaki kecil itu kembali menatapku dengan mata kecilnya yang entah mengapa seolah akrab bagiku. Sambil mengusap mulutnya dari sisa-sisa makanan, ia berkata sambil tertawa seolah membaca pikiranku, “ Bapak-ibuku adalah lautan dan pantai. Aku dilahirkan ketika badai. Makanya aku dibuang agar semua menjadi baik.”

Hari ini memang berbeda dari sebelumnya. Biasanya aku memilih untuk menghindari percakapan dengan orang-orang. Namun anak kecil ini seperti magnet yang membuatku tertarik untuk mendekatinya. Kujulurkan tanganku mengajaknya salaman.

“ Hallo, siapa namamu?” tanyaku.

“ Namaku Angin.” jawabnya.

“ Nama yang bagus. Siapa yang memberikanmu nama, nak? “ tanyaku lagi.

“ Aku yang memilih namaku. Aku ingin seperti angin, bertiup kemana aku ingin, tak bisa dipegang siapapun. “ katanya penuh antusias.

Aku terdiam. Aku cemburu pada anak kecil ini. Dia seperti angin. Merdeka. Aku juga ingin sepertinya. Aku tak ingin bergantung pada siapapun dan apapun. Aku tak ingin diatur dan diperintah. Aku tak ingin melayani. Aku tak ingin berpura-pura menjadi bukan diriku. Aku bahkan benci melihat mukaku sendiri.

Hari ini memang beda dari sebelumnya. Hari ini aku berhenti bekerja sebagai pelacur. Aku merasa kotor dan hina. Aku telah mengirim semua uang yang kupunya ke rekening ibu di kampung. Aku akan menghilang dari dunia ini. Ini adalah malam terakhir aku akan hidup.

Aku telah siap. Aku pergi. Aku siap menyongsong kematianku. Aku merasa merdeka. Aku akan lepas dari penderitaan batinku. Aku menutup mata. Air laut ini terasa hangat. Aku akan menjadi bagian darinya.

Hari ini memang berbeda. Aku terbangun di sebuah kamar kecil. Ada suara ditelingaku.

“ Hallo, siapa namamu? “

“ Kamu belum memberitahukan namamu. Ini aku, Angin. “

(Diikutsertakan dalam proyek #15HariNgeblogFF yang diadakan oleh @WangiMS dan @momo_DM)

Advertisements

Responses

  1. […] 4. via @Mitakarima 5. via @husfaniputrii 6. via @abi_ardianda 7. via @adit_adit 8. via @icha4869 9. via @nyomnyomz 10. via @nadyapermadi 11. Kamu…. Share this:Like this:LikeBe the first to like this […]

  2. ternyata ….
    jadi siapa namamu?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: