Posted by: nyomnyom | January 13, 2012

DAG DIG DUG

Sudah beberapa hari ini hidupku seakan tidak tenang. Ini semua bermula ketika rumah kosong disamping kanan rumah kami mulai terisi oleh sebuah keluarga baru. Sejak itulah jantungku selalu dag dig dug tiap kali melintasi rumah tetangga ini. Aku yang biasanya menikmati sore hari dengan berjalan-jalan diseputaran kompleks perumahan ini menjadi sangat terganggu dengan kehadiran dan tingkah laku salah satu penghuni rumah tersebut. Dia seringkali mengisengi aku dan tak jarang membuatku ketakutan dengan ulahnya. Seperti yang terjadi kemarin sore.

“ Hoi, hati-hati kamu kalau lewat sini! ” teriak sebuah suara mengagetkanku.

Aku diam saja dan terus melangkah.

“ Kamu tidak mendengarku, ya? “ hardik suara itu lagi.

Aku menarik nafas dalam-dalam. Aku tak ingin membuat keributan apalagi mencari musuh. Padahal sebenarnya aku ingin mengajaknya berteman. Entah mengapa sejak pertama kali bertemu denganku dia sudah memasang sikap permusuhan dan tak bersahabat. Aku hanya menoleh sekilas kepadanya, tersenyum dan kemudian bergegas kembali ke rumahku. Acara jalan-jalan soreku menjadi berantakan. Kata Mimi temanku, mungkin dia tertarik kepadaku tetapi malu untuk mengakuinya. Aku menertawakan pemikiran itu.

Hari minggu pagi yang cerah. Aku terlambat bangun lagi. Bukan hal yang aneh sebab selama ini memang aku dikenal sebagai si tukang tidur. Aku melongok ke jendela yang terbuka lebar. Rumah tetangga sebelah terlihat sunyi dan sepi. Mungkin penghuninya sedang keluar rumah semua. Si usil penggangguku pun tak nampak batang hidungnya. Mendadak aku jadi gembira dan bersemangat. Aku ingin berkunjung ke rumah Molly dan Bella, sekalian ingin memamerkan kalung baruku yang berukirkan namaku. Setelah sarapan, aku pun bersiap-siap untuk bertandang ke rumah sahabat-sahabatku itu. Aku tak perlu takut melewati rumah sebelah. Hari ini aku aman dari gangguan si kunyuk. Namun, dua detik kemudian.

“ Hoiiiiiiii, berhenti !!! “

Alamak ! Jantungku hampir copot. Dag dig dug seperti melihat hantu. Arrgggghhh, dia rupanya. Sengaja bersembunyi dibalik tembok rumah dan mengagetkanku. Mau apa dia? Ternyata sedari tadi dia menunggu untuk menggangguku. Kurang ajar betul dia. Kali ini kesabaranku mulai habis.  Sambil menunggu detak jantungku kembali normal, aku membalas teriakannya.

“ Mau apa kamu menggangguku ? “ sungutku kesal.

“ Aku tak takut padamu. “ lanjutku lagi.

“ Oya ? Aku tak mau kamu melewati depan rumahku. Kamu harus mutar lewat jalan lain atau aku akan terus mengganggumu. “ katanya dengan senyum mengejek.

“ Kamu pikir kamu siapa? Enak saja melarang-larang. Ini kan jalan umum, tauukk. “ jawabku sewot.

“ Ehh, kamu berani sama saya, ya? Awas kamu ya ! “ ucapnya mulai emosi.

“ Hayoo, siapa takut? “ teriakku menantangnya tanpa keraguan lagi.

“ Oke. “ balasnya geram.

Aku bersiap. Aku tak mau bersembunyi terus dan hidup dalam ketakutan karena ulahnya. Tak ada pilihan bagiku. Berani dan lawan adalah dua hal yang harus kulakukan. Aku segera menerjangnya sambil berteriak, lawan..lawan..lawan. Perkelahian ini sedikit tak berimbang. Badannya lebih besar dariku. Tubuhku terasa perih bekas cakarannya yang menerjangku. Membabi buta dia memukuliku. Aku mulai terdesak dan semakin lemah. Tiba-tiba sebuah suara yang akrab ditelinga menjadi dewi penolongku.

“ Bu Tanti, Bu Tanti……, Kitty dan Bleki kucing kita berkelahi ! Ayo kita pisahkan mereka. “

(Diikutsertakan dalam proyek menulis  #15HariNgeblogFF yang diadakan oleh @WangiMS dan @momo_DM, #Day 2)

Advertisements

Responses

  1. Mengambil sudut pandang dari ‘binatang’. Cerdas. 😉

    • makasih mas..pengalaman pribadi, banyak kucing suka kelahi depan rumah, hehehe

      • Di awal memang terasa seperti seorang gadis yang sedang bercerita. Tapi twistnya menarik. 😉

  2. Keren…
    Akhir tulisan yang tak terduga

  3. Jiahahahaaaa.. udah terlanjur serius bacanya. Ternyata 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: