Posted by: nyomnyom | January 14, 2012

” Kamu Manis.” Kataku

Aku sedang jatuh cinta. Ya, benar. Kupingmu tidak salah mendengar. Aku lagi jatuh cinta kepada seorang gadis. Belum pernah aku merasakan sensasi berbunga-bunga seperti ini. Dan ternyata aku menikmatinya. Dia anak baru yang datang dari Kota Kembang. Baru sebulan lamanya gadis itu disini hatiku sudah dibuatnya merindu setiap saat. Rambutnya yang panjang lebih sering ia gelung dan wajahnya tampak segar walau tanpa riasan apapun. Setiap kali kami berpapasan ia selalu menegurku dengan ramah dan menanyakan kabarku. Mungkin ini juga yang membuatku makin bertambah suka kepadanya.

Dari kawan-kawannya aku mencuri dengar kalau dia masih jomblo alias belum punya pacar. Meski aku setengah mati jatuh cinta padanya, tetapi aku tak punya keberanian untuk mengungkapkan isi hatiku. Entah mengapa tiap kali aku berdekatan dengannya, lututku langsung terasa lemas, hatiku berdebar tak karuan. Mulutku terasa terkunci rapat dan semua kata-kata yang ingin kuucapkan kepadanya tak bisa keluar.

Bagi orang yang mengenalku tentunya pasti tak menyangka aku bisa juga jatuh cinta. Aku sendiri juga heran. Aku tak percaya cinta. Bagiku, cinta itu hanya ada dibuku-buku dongeng saja. Tidak ada yang namanya happy ending. Aku adalah bukti nyata sebuah percintaan yang tidak berakhir dengan bahagia. Ayah dan ibuku meskipun dimata orang luar seperti pasangan serasi bak Romeo dan Juliet, tetapi aku adalah saksi hidup atas pernikahan mereka yang jauh dari bahagia. Ayah yang sibuk dengan bisnisnya serta ibu yang juga sibuk dengan urusannya sendiri menyerahkan tanggung jawab mereka sebagai orang tua kepada si mbok yang begitu setia dan menyayangi aku layaknya anak sendiri.

Aku tak percaya cinta sebab aku adalah saksi cinta itu tak benar-benar ada. Aku tak mengerti, apakah ayah dan ibu tak benar sama-sama saling menyayangi ataukah cinta memang bisa hilang begitu saja. Setiap hari aku mendengar mereka bertengkar dan saling menyalahkan. Rumah kami sudah seperti neraka rasanya. Anehnya, mereka akan nampak mesra dan penuh kasih jika bertemu orang luar.

Aku kemudian tumbuh menjadi lelaki yang tak percaya akan cinta. Aku hanya percaya kepada si mbok dan bukan kepada ayah dan ibu. Aku tak pernah jatuh cinta. Aku tak ingin seperti orang tuaku. Aku takut cinta hanya akan membuatku sengsara. Aku menjadi anak yang tertutup. Aku hidup dalam duniaku sendiri. Kata si mbok, aku sudah seperti patung, dingin dan tak berperasan. Bahkan ketika ayah dan ibu meninggal, aku tak menangisi kepergian mereka. Aku malah merasa senang sebab aku tak lagi direcoki dengan kepura-puraan.

Tetapi, baru gadis ini yang bisa membuatku jatuh cinta. Tak ada kepalsuan pada dirinya. Semua apa adanya. Aku yakin Tuhan sengaja mengirimkannya agar aku percaya lagi akan cinta. Aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku sudah tahu apa yang akan kukatakan kepadanya hari ini. Aku harus mengatakannya. Sudah lama kupersiapkan kata-kata ini dan hari ini adalah saat yang tepat untuk mengungkapkannya. Hari ini genap setahun aku pindah ke tempat ini. Tanpa teman dan kenalan. Kini, semenjak ada dia disini, hari-hariku tak akan lagi membosankan.

Kulihat dia dan teman-temannya menuju ke arahku. Aku merapikan rambutku dengan jemari tanganku. Dia semakin mendekat. Kuhimpun semua kekuatanku dan menegurnya,

“ Kamu manis. “ kataku.

Dia agak terkejut mendengar sapaanku. Mungkin tak menyangka aku akan menyapanya. Tak lama senyumnya mengembang dan dia menepuk punggungku sekilas sambil berkata,

“ Selamat pagi, Aki. Sudah minum obatnya hari ini? “

(Jakarta, 14 Januari, Rumah Jompo Pertiwi)

 

Ditulis untuk proyek menulis #15HariNgeblogFF Day 3

Advertisements

Responses

  1. I really like what you guys tend to be up too. Thiis kind of clever work
    and exposure! Keep up thee terrifiic works guys I’ve added you guyhs to blogroll.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: