Posted by: nyomnyom | June 8, 2012

Merindu

Anakku Arung Panrita,

Hari ini mama berangkat kerja dengan hati riang. Kamu sudah mulai fit kembali setelah selama 2 minggu kemarin demam dan batuk yang menyebabkan kondisimu lemah dan kurang bersemangat. Tadi malam opamu cerita kalau kamu makannya sudah mulai lahap dan banyak. Bahkan kata opa kamu yang meminta sendiri ya nak untuk diambilkan nasi? Anak yang pintar. Semoga berat badanmu juga sudah bisa naik lagi ya nak. Maafkan mama yang semalam pulang lebih lambat dari biasanya sampai-sampai kamu sudah tertidur dipangkuan opa ketika mama tiba di rumah. Kita tidak sempat bermain-main dahulu sebelum kamu tidur malam seperti biasanya. Tapi mama puas menciumimu dan memelukmu yang tertidur pulas dengan wajah penuh damaimu itu. Mama tahu waktu kita bersama-sama tidak seperti dulu lagi yang hampir 24 jam selalu berdekatan. Sejak mama bekerja kembali, waktu kita mesti terbagi untuk kerjaan mama. Setiap pagi berat rasanya mesti meninggalkanmu di rumah. Akan tetapi kelak ketika kamu dewasa mungkin kamu akan mengerti pilihan-pilihan yang mesti diambil oleh setiap pasangan yang berumah tangga, termasuk mengapa waktu kita bersama mesti berkurang saat ini. Satu yang tidak perlu kamu ragukan, nak kalau mama sangat mencintaimu dengan sepenuh hati. Mama yakin kamu sudah tahu itu kan?

have fun

Oyha, bapakmu juga cerita ke mama kalau kamu punya kebiasaan baru sekarang. Setiap bapak menegurmu yang sering memukul-mukul laptop jika lagu-lagu yang diputarkan tak sesuai keinginanmu atau menyemburkan makananmu jika sudah kenyang atau tak suka, maka kamu akan pergi ke sudut ruangan atau dimanapun yang terletak menyudut dan lalu menundukkan kepalamu, entah karena menyesal atau sebal. Pasti bapak sangat susah untuk menutupi ketawa gelinya melihat tingkahmu itu. Mama membayangkannya saja sudah tertawa.

Anakku, kamu tahu kan kalau sebenarnya mamamu ini paling sebal dengan rutinitas. Makanya di kantor hanya mama yang selalu mengisi waktu istirahat dengan merajut atau origami dan hanya mama juga yang paling berantakan meja kerjanya karena dipenuhi barang-barang yang tak berkaitan dengan kerjaan kantor sebagai penghilang jenuh. Tapi satu hal yang mama paling suka dari rutinitas ini, yaitu ketika mama turun dari ojek sepulang kerja, lalu membuka pagar dan memanggil namamu. “Arung..Arung..” . Taklama terdengar hentakan kaki-kaki kecil yang berlari menuju pintu teralis ruang tamu dan memegangnya sambil tak sabar untuk dibuka, kemudian begitu pintu terbuka lalu menghambur dipelukan mama dengan senyum manis dikulumnya dan lengan kecil itu memeluk leher mama erat-erat. Aahh, surga dunia. Hilang semua penat dan lelah seharian. Mungkin mama kehilangan beberapa momen tingkah lakumu tetapi mama tahu kita berdua  selalu saling merindukan dan ikatan kasih sayang anak-ibu yang kita miliki tak bisa digantikan oleh siapapun dan oleh apapun. Mama sayang kamu anakku, Arung Panrita. Tumbuh sehat dan jadilah engkau anak yang soleh dan bahagia selalu. Sampai berjumpa di rumah nanti sore ya, nak.

dari mamamu

-nyomnyom-

Mama dan Arung (saat masih 8 bulan)

Advertisements

Responses

  1. Dilema mama’ bekerja kodong…kelak anak2 kita pasti mengerti…kalo mamak n bapaknya harus meninggalkannya dari pagi sampe malam…berbahagialah ibu2 yang tidak bekerja dan bisa di rumah 24 jam bersama anak2nya….Jiro kadang ngambek “nda usah ke kantor mama’ tetta” cuma bisa bilang “kalo mama n tetta nda ke kantor jiro nda bisa minum susu, beli robot n cd pendekar” hehehe

    • haha.. dan bisa pergi ke Giant, Jiro..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: