Posted by: nyomnyom | June 26, 2012

Ada Pelangi di Kampung Buku

… aku ada, dan aku merajut !!

Jika biasanya pelangi hanya muncul setelah hujan, di Kampung Buku pelangi bisa dinikmati kapan saja, dimulai pada hari Sabtu dan Minggu (23-24 Juni 2012) yang lalu. Pelangi berbentuk rajutan benang warna warni yang membalut sebatang pohon mangga di halaman Kampung Buku menjadi pusat dari kegiatan Makassar Yarn Bombing yang merupakan Pre-Event dari acara Festival Rajutan Indonesia (FRI 2012). Untuk acara FRI-nya sendiri yang bertemakan ‘Merajut Persahabatan’ baru akan berlangsung di Bandung pada tanggal 30 Juni – 1 Juli 2012. Di beberapa kota besar di Indonesia juga melaksanakan Pre-Event FRI dengan caranya masing-masing. Di Makassar, Komunitas Perajut Makassar,- Quiqui Community-, bersama dengan para komunitas dan pengrajin lainnya serta didukung oleh Pertamina turut memeriahkan FRI 2012 dengan berbagai kegiatan menarik yang bisa dinikmati oleh siapa saja.

Pelangi membalut pohon

Yarn Bombing atau Bom Benang yang digagas oleh Komunitas Perajut Makassar (Quiqui Community) adalah sebuah karya seni jalanan yang bisa juga dikategorikan sebagai graffiti yang berbentuk instalasi rajutan benang-benang. Tidak seperti graffiti lainnya, graffiti benang ini tidak permanen, tidak merusak lingkungan, dan sangat mudah dilepaskan. Konsep Yarn Bombing ini sudah dimulai sekitar awal Mei 2004 di Kota Den Helder, Netherland. Namun, bom benang ini mulai dikenal luas ketika diperkenalkan oleh seorang seniman dari Houston, USA bernama Magda Sayeg. Kemudian ide ini lalu menyebar dan dipakai pada berbagai kegiatan sebagai salah satu bentuk seni instalasi. Ada berbagai macam media yang bisa dipakai. Ada yang menggunakan tiang listrik, bus, mobil, telephone umum, pagar, tembok, batang pohon dan sebagainya. Umumnya terletak pada fasilitas umum atau tempat-tempat yang mudah terlihat oleh umum. Di Makassar sendiri, belum pernah saya mendapati Yarn Bombing. Barulah pada kegiatan ‘Makassar Yarn Bombing’ ini saya bisa melihat sendiri dan menikmati karya tangan para perajut/perenda (knitters/crocheters) Makassar dalam seni instalasi Yarn Bombing pada sebatang pohon mangga dengan dekorasi aneka bunga rambat dan dedaunan. Berwarna-warni seperti keanekaragaman latar belakang anggota Quiqui Community.

Dekorasi aneka bunga rambat dan dedaunan

Sabtu pagi itu (23/6/2012) Fitriani, atau yang akrab disapa Piyo, sang kordinator kegiatan tampak sibuk mengatur pernak-pernik rajutan yang akan dipamerkan sembari sesekali mengkordinir kawan-kawan lain yang bertugas menghias interior ruangan. Pilar-pilar rumah sudah dibungkus dengan rajutan granny tetrasquare, pagar-pagar dirambati oleh rajutan bunga-bunga cantik dan dedaunan hijau, dan yang paling menonjol adalah pohon mangga yang berada di halaman depan rumah terlihat berbeda dalam balutan benang rajut warna-warni. Indah seperti pelangi. Di jalanan depan Kampung Buku, beberapa peserta pameran kerajinan juga tengah merapikan barang-barangnya dan menatanya pada meja-meja booth yang telah disediakan. Seorang lelaki ceking berambut gondrong dengan lincahnya menaiki pohon mangga dan mulai menjahit pinggiran benang rajut untuk menggabungkan warna-warna yang sudah diatur agar lebih kuat dan indah terlihat. Lelaki itu, Barack Azis M, adalah seorang perajut dua jarum yang sangat piawai meliuk-liukkan jarumnya dan telah menghasil banyak karya. Untuk merapikan jahitan Yarn Bombing itu, dia dibantu oleh beberapa perajut lainnya.

Interior galleri rajutan (memamerkan karya para perajut)

Matahari mulai beranjak keatas ubun-ubun tetapi pengunjung terus berdatangan seolah tak peduli dengan panas yang cukup terik disiang itu. Beberapa workshop gratis juga dilaksanakan seperti workshop knit dan crochet, workshop membuat pocketbook, workshop membuat bros dari kain satin dan sebagainya. Ada juga permainan biola yang apik dari violist muda berbakat Windah Cutamora yang turut menghibur para peserta dan pengunjung Makassar Yarn Bombing. Acara yang berlangsung hingga hari Minggu tanggal 24 Juni 2012 ini tetap ramai didatangi pengunjung yang tertarik untuk belajar kerajinan tangan terutama merajut. Beberapa pengunjung juga mengerumuni stand-stand kerajinan yang diisi oleh Megumi Flanel, Toonpank Craft, Recycle and Craft Shop, Diva Craft dan Masakan Anak Melayu. Pengunjung juga boleh menyablon baju kaosnya secara cuma-cuma dengan berbagai pilihan tema yang disiapkan oleh kawan-kawan dari Kedai Buku Jenny yang terkenal dengan tagline-nya ‘bahagia itu sederhana’. Cukup dengan membawa baju kaos dan dalam waktu tak lama sudah selesai disablon dengan desain yang menarik dan provokatif. Juga kuis-kuis yang dipandu oleh MC keren Mawar dan Iqko memeriahkan acara dengan berbagai hadiah menarik dari Quiqui Community dan para crafter peserta yang langsung mendapat tanggapan antusias dari pengunjung

Beberapa stand peserta

Tak hanya itu saja, salah seorang aktivis kesehatan reproduksi perempuan, Sartika Nasmar yang kini tengah mengkampanyekan ‘Knit for Women’s Rights’ yakni sebuah gerakan untuk mendukung hak asasi perempuan terutama dalam hal kesehatan reproduksi, juga mengadakan diskusi kesehatan reproduksi dan latihan pemeriksaan payudara mandiri. Ini menunjukkan bahwa merajut bukan hanya sekedar hobi diwaktu senggang tetapi juga bisa digunakan sebagai suatu pendekatan dalam melakukan gerakan dan pemberdayaan sosial. Sartika juga mengatakan bahwa manfaat dari merajut sangat baik untuk kesehatan fisik dan psikis. Hal yang sama dituturkan oleh Piyo dalam tulisannya bahwa dengan merajut bukan hanya membuat dia bisa mandiri secara fisik dan ekonomi  tetapi juga menjadi terapi untuk pemulihan kepercayaan dirinya pasca melahirkan. Anggota Quiqui Community lainnya, Ayi Prima, seorang ibu muda, mengatakan bahwa merajut membuatnya lebih bahagia dan bayi Kirana (1 tahun) adalah manekin berjalannya yang selalu siap memakai karya-karya emaknya. Bagi saya sendiri, merajut adalah sebagai penyeimbang dan penyegar dari rutinitas kesibukan pekerjaan di kantor yang terkadang membuat stress. Dengan merajut pula saya bisa memiliki waktu untuk menyendiri dan terlepas dari beban pikiran sembari menghasilkan sesuatu yang bisa diberikan kepada orang-orang terdekat saya.

Merajut sebagai penghilang stress

Hal ini yang memang coba diangkat oleh Komunitas Perajut Makassar, Quiqui Community, yang ingin mempopulerkan kembali budaya merajut sekaligus sebagai sarana untuk berbagai kegiatan positif lainnya. Komunitas yang baru berdiri sejak September 2011 ini telah memiliki sekitar 175 anggota di group Facebook ‘Merajut Yuk! Komunitas Perajut Makassar’. Ini belum termasuk anggota yang tidak memiliki akun disocial network tersebut. Mereka yang ingin belajar merajut (knit dan crochet) bisa langsung datang ke sekertariat Quiqui Community di Kampung Buku setiap hari Minggu pukul 3 sampai 6 sore. Kelas merajut tidak dipungut bayaran apapun. Jika ada yang tidak memiliki alat dan bahan bisa langsung membeli di Kampung Buku yang juga merupakan galeri sekaligus toko Komunitas Perajut Makassar ini. Setiap bulannya pada minggu kedua Quiqui Community juga mengadakan piknik bersama dimana para perajut bisa saling bertukar kabar sembari merajut dan menikmati cemilan yang dibawa dari rumah masing-masing. Suasana yang cair dan penuh canda membuat para anggotanya betah dan hubungan yang terjalin sesama anggota pun berlangsung akrab. Ini mungkin yang membuat anggotanya terus bertambah. Mendapat ilmu merajut sekaligus menambah teman.

Bersantai dan bercengkrama

‘Makassar Yarn Bombing’ berlangsung dengan sukses dan lancar. Ini tak lepas dari kerja keras dan semangat para perajut Makassar baik secara langsung maupun tak langsung. Akan tetapi ‘Makassar Yarn Bombing’ bukan hanya perayaan bagi para perajut saja. Ini adalah sebuah momentum untuk perubahan yang lebih baik bukan hanya untuk diri sendiri, keluarga, dan komunitas saja namun juga untuk awal dari sebuah pergerakan sosial menuju gaya hidup yang lebih sehat, kreatif, lebih menghargai buatan tangan serta mengurangi budaya konsumerisme dan konsumtif.

Foto Bersama (photo by Alfu Laila Walaila)

Advertisements

Responses

  1. selamat ya kak! sekali lagi, kenapa acara yg keren2 seperti ini adanya pas sy sdh tdk di mks 😦

  2. Keren banget. Keep creative, Ladies.

  3. wuih! kerenna. sayang sy hanya bisa update info komunitas via internet.

  4. Sukses untuk kita semua.
    Salut kepada mamak mamak yang rela ber-repot repot ria meskipun dihimpit kerjaan kantor, recokan krucil krucil tersayang. Tetap semangat.

    Untuk tanta tanta sekalian, kalian perempuan perempuan hebat.
    Tetap semangat mamak dan tanta tanta….

    Yeahh…\m/

  5. mau foto di pohon itu …..
    keren….
    salut buat mamak-mamak berkualitas !!! 😀

  6. […] yang patut kalian baca juga mengenai acara super keren ini 🙂 – By Saint Jimpe – By Nyomnyom – By Ayi Mama […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: