Posted by: nyomnyom | April 25, 2013

Berpetualang bersama Detektif Sherlock Holmes

Judul       : Salam Terakhir Sherlock Holmes

Penulis    : Sir Arthur Conan Doyle

Halaman : 320 halaman

Terbit       : Desember 2012

Penerbit  : Gramedia Pustaka Utama

Salam Terakhir

Dahulu ketika saya mulai senang membaca, hampir tak ada tulisan yang tak saya eja keras-keras. Mulai dari koran, papan iklan, buku pelajaran kakak, komik, selebaran, apa saja saya baca.  Orangtua pun mendukung hobi membaca saya dengan membelikan buku-buku dan berlangganan koran serta majalah. Saya sendiri paling suka membaca cerita kriminalitas dan hukum. Terkadang ketika saya membuka koran langganan, saya langsung membaca rubrik cerita kriminal. Saya senang menebak siapa pelakunya berdasarkan cerita sebelumnya. Saya menggilai buku-buku karangan Enid Blyton yang terkenal dengan kisah-kisah petualangan Lima Sekawan dan Pasukan Mau Tahu yang selalu mengisahkan anak-anak muda itu memecahkan sebuah kasus kriminalitas. Seiring waktu, saya  juga menjadi penggemar karya-karya Erle Stanley Gardner dengan serial Perry Mason-nya, Agatha Christie dengan tokoh Hercule Poirot dan Miss Marple , Sidney Sheldon dengan cerita-cerita pembunuhannya yang seru, dan tentu saja Sir Arthur Conan Doyle dengan detektif Sherlock Holmes nya yang terkenal.

Kali ini saya ingin mereview salah satu Novel Fiksi karangan Sir Arthur Conan Doyle yang berjudul Salam Terakhir Sherlock Holmes. Buku ini yang dalam bahasa aslinya memakai judul His Last Bow merupakan kumpulan 8 cerita pendek yang menceritakan kisah petualangan Sherlock Holmes memecahkan kasus-kasus hukum kriminal. Salam Terakhir merupakan cerita kedelapan dari fiksi ini yang dijadikan judul Novel. Cerita lainnya berjudul Petualangan di Wisteria Lodge, Misteri Kotak Kardus, Petualangan Lingkaran Merah, Kasus Pencurian Rancangan Kapal Selam Bruce Partington, Petualangan Detektif yang Sekarat, Misteri Hilangnya Lady Frances Carfax, dan Petualangan Kaki Setan.

Pada kisah Petualangan di Wisteria Lodge diceritakan mengenai pembunuhan Mr. Aloysius Garcia yang terjadi secara mengenaskan ketika Mr. Scott Eccles menginap di rumahnya. Kasus yang coba dipecahkan ini rupanya berkaitan dengan situasi politis di sebuah negara, penipuan dan upaya penegakan keadilan yang dibumbui secara menarik oleh sang penulis. Di cerita kedua yang berjudul Misteri Kotak Kardus, dikisahkan seorang wanita paruh baya bernama Miss Cushing yang tinggal di sebuah desa di Inggris  menerima sebuah kiriman yang berisi dua buah telinga. Meskipun Miss Cushing menganggapnya sebagai lelucon yang keterlaluan akan tetapi Sherlock menduga ini bukan sekedar lelucon balas dendam oleh mahasiswa kedokteran yang pernah menyewa rumah Miss Cushing melainkan kasus pembunuhan yang mengerikan.

Selanjutnya, di Petualangan Lingkaran Merah diceritakan seorang pemilik rumah yang menyewakan bagian atas rumahnya, Mrs. Warren, menceritakan tentang kecemasannya kepada Sherlock tentang sang penyewa yang rupanya sangat misterius. Meskipun pada mulanya Sherlock menganggap tak ada yang aneh dan perlu dikhawatirkan dari sang penyewa namun akhirnya ia mau membantu Mrs. Warren. Dan ternyata perkiraan Sherlock salah. Ada sesuatu peristiwa misterius yang terjadi berkaitan dengan gembong mafia paling ditakuti di Italia. Pada kisah Kasus Pencurian Rancangan Kapal Selam Bruce-Partington, sosok Mycroft Holmes yang merupakan kakak kandung Sherlock kembali dimunculkan. Kali ini Mycroft yang bekerja dengan pemerintah memberitahu bahwa sepuluh lembar rancangan kapal selam Bruce-Pertington yang sangat terkenal telah hilang dan kemudian ditemukan di tubuh Cadogen West yang secara mengenaskan tewas di stasiun kereta api, namun tiga lainnya masih lenyap tak diketahui rimbanya. Benarkah Cadogan West yang mencurinya dan mencoba menjualnya kepada mata-mata ataukah dia justru sebagai korban?

Sherlock Holmes sakit parah. Di Petualangan Detektif yang Sekarat, digambarkan Sherlock menderita suatu penyakit mengerikan. Ia menderita demam tinggi selama beberapa hari dengan bintik-bintik yang timbul diwajahnya. Meskipun Sherlock memiliki seorang sahabat yang juga seorang dokter yakni Dr. Watson, namun ia lebih memilih untuk diperiksan oleh seorang laki-laki bernama Culverton Smith yang sangat familiar terhadap penyakit tersebut, yakni penyakit negara tropis. Apakah Sherlock memang sedang sekarat ataukah itu hanya bagian dari rencana penyamarannya? Silahkan baca sendiri. Lanjut, di Misteri Hilangnya Lady Frances Carfax, Sherlock Holmes bersama Dr. Watson mencoba mengurai misteri hilangnya seorang bangsawan paruh baya kaya raya. Cerita kali ini cukup unik karena sang penjahat sudah diketahui tetapi mereka tidak bisa membuktikannya.

Kasus aneh lainnya yang juga pernah ditangani oleh Sherlock adalah di Petualangan Kaki Setan yang terjadi di Cornwall. Kali ini terjadi keanehan dimana tiga kakak beradik Tragennis mengalami tragedi mengerikan dimana saudara perempuannya tewas dengan ekspresi ketakutan dan saudara laki-laki lainnya mengalami kegilaan. Ketika si bungsu yang sempat selamat karena tidak tinggal bersama mereka juga akhirnya tewas dengan wajah penuh kengerian yang sama maka semakin hebohlah desa itu. Namun, sebagai penutup semua kisah Sherlock Holmes, Salam Terakhir mengisahkan kasus terakhir dan masa tua Sherlock Holmes. Apakah ini akhir dari petualangan detektif Sherlock Holmes? Agar teman-teman penasaran, saya tak ingin menjawabnya.

Seorang kawan pernah bertanya kepada saya alasan saya memilih Inggris untuk melanjutkan jenjang pendidikan saya. Alasannya sederhana saja, saya ingin mengalami sendiri suasana kota dan pedesaaan di Inggris seperti banyak dikisahkan dalam cerita-cerita penulis kesayangan saya. Sayangnya, saya tak sempat mengunjungi beberapa tempat penting yang menjadi ikon di cerita-cerita mereka tetapi saya akhirnya bisa merasakan yang selama ini hanya saya bisa bayangkan dalam imajinasi kanak-kanak saya, kekhasan Inggris.

Meskipun saya belum membaca semua seri Sherlock Holmes seperti Mafia Lembah Vermissa, Kembalinya Sherlock Holmes, Sherlock Holmes & Anjing Iblis Keluarga Baskerville, serta lain-lainnya, namun beberapa karangan Sir Arthur Conan Doyle sangat berkesan dan membuat saya ingin menuntaskan serial detektif terkenal ini.  Ada beberapa fakta menarik yang saya dapatkan mengenai Sir Arthur Conan Doyle. Ternyata karakter Sherlock Holmes ini terinspirasi dengan seorang mantan professor Doyle di universitasnya yang bernama Joseph Bell. Doyle mendapatkan gelar Sir-nya bukan karena karya-karya fiksi fenomenalnya ini melainkan karena karya propagandanya mengenai Perang Boer.

Sir Arthur Conan Doyle yang lahir di Edinburgh, Scotland pada tanggal 22 Mei 1859 ini ternyata pernah mencoba mendaftarkan diri di parlemen namun gagal. Ia meninggal karena serangan jantung pada usia 71 tahun.

 

#bacaituseru

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: