Posted by: nyomnyom | September 16, 2014

My Best Friend, Isdah

Pagi-pagi sekali saya terbangun oleh bunyi SMS di hape.Masih mengantuk saya melihat sekilas SMS tersebut. Nama yang tertera dipengirim SMS adalah Isdoth. Saya lalu membuka SMS dan membaca isinya. “Morning nyomce, u r my truly best friend. I miss u. Have a nice day…”

Saya tersenyum dan membayangkan si Isdoth ini pasti lagi PMS (pre-menstruation syndrome) atau lagi mellow, istilah anak gaul. Soalnya, jarang-jarang dia mengirim SMS dengan kalimat seperti di atas untuk saya. Setelah lanjut tidur kembali tanpa membalas SMSnya, saya terbangun lagi pukul 08.30 pagi dan bergegas mandi untuk berangkat ke kantor.Sambil menunggu jemputan, saya membuka Facebook dan mendapati lagi-lagi Isdoth men-tag saya dengan status mengenai 18 tahun persahabatan kami.

Saya tersenyum-senyum sendiri mengingat perjalanan persahabatan kami, saya dan perempuan yang saya panggil Isdoth itu. Namanya Nur Isdah Idris. Saya mengenalnya saat kami sama-sama kuliah di jurusan Hubungan Internasional di Unhas. Pertama kali saya mengenalnya saya agak kurang suka dengannya. Anaknya kurus dengan rambut panjang yang tebal. Kalau bicara menurutku selalu ingin diperhatikan. Belum lagi suaranya yang agak-agak cempreng dan keras. Pastinya tidak akan cocok dengan saya. Saya sendiri lebih suka bergaul dengan kawan laki-laki yang menurut saya lebih asik karena tidak perlu memperhatikan penampilan dan lebihsetia kawan. Awal kuliah saya memang bergaya tomboi, tidak suka memakai baju perempuan dan selalu memakai topi. Bahkan oleh kawan-kawan laki-laki saya dipanggil dengan sebutan “Boy”.

Saya yakin awalnya pun dia sebenarnya tak begitu suka dengan saya, si bungsu yang suka emosional, berantakan, sok dan semaunya. Seiring waktu, ternyata si kurus rambut panjang dengan suara cempreng itu asik juga diajak gaul.  Heran juga saya ternyata kami cocok dan klop satu sama lain. Setelah mengenalnya, kami ternyata punya banyak kesamaan juga, diantaranya sama-sama suka makan, sama-sama sensitif dan perasa, sama-sama berzodiak Aquarius (hal selalu kami bangga-banggakan 🙂 ) dan sama-sama aktif walaupun seringnya beda kegiatan (dia ikut UKM menulis, saya ikut Softball, dll).Meskipun sering bersama-sama, jangan dikira kami selalu seiya-sekata. Tak terhitung berapa kali kami saling membentak dan saling bertengkar. Bahkan kata Wahab, kawan kami, sebenarnya Anna dan Isdah tidak bisa bersama satu ruangan bila sedang PMS, karena akan terjadi perdebatan dan pertengkaran yang membuat kawan-kawan lain bingung menengahi. Biasanya, kami akan berbaikan dan ketawa-ketiwi lagi tak lama kemudian dan lupa dengan apa yang membuat kami bertengkar.

Semakin waktu berjalan, kami telah terbiasa dengan tabiat masing-masing. Bahkan dari begitu banyak kawan, hanya dengan Isdah saya lebih dekat,terbuka dan percayakan rahasia-rahasia saya. Bukan karena dia selalu mendukung atau menghibur saja, bukan. Justru karena dia selalu mengatakan yang sebenarnya dan tidak untuk menyenangkan hati saja. Saya sendiri bukan orang yang bisa berkata-kata dengan baik. Saya juga sering mengatakan hal-hal yang menurut saya benar tetapi mungkin menyakiti hati orang lain. Saya juga cenderung untuk mengikuti kata hati dan keras kepala untuk hal-hal yang menurut saya memang bagus. Mungkin ini yang membuat saya cocok dengan Isdah, karena kami sama-sama bisa menerima dan mengerti kebaikan dan keburukan masing-masing. Saya teringat beberapa waktu yang lalu menerima telepon dari Isdah yang mengatakan dia tersinggung dengan sikap saya yang seakan memarahi dia karena teledor padahal bukan salah dia. Saya tersenyum-senyum mendengar dia mengutarakan isi hatinyadan kedongkolannya terhadap saya. Begitulah Isdah, dia tahu saya tidak akan tersinggung atau marah, sekalipun saya memang marah dia juga tahu kalau kami akan akan tertawa lagi bersama-sama.

Kita bisa punya banyak kawan, namun hanya sedikit yang bisa menerima kita apa adanya dan hanya sedikit pula yang bisa mengatakan yang sebenarnya tentang kita tanpa khawatir dimusuhi atau dibenci. Saya beruntung punya sahabat seperti Isdah. Persahabatan kami teruji tidak hanya saat sukacita namun lebih terasa saat kami berduka dan mengalami hari terburuk. Sahabat menurut saya adalah seorang yang mengatakan hal terjelek tentang kita dan kita hanya tertawa mendengarnya dan berkata “ohh, damn true, she knows me so well..”. Jika kita masih marah atau membenci, maka itu bukan persahabatan. Sahabat yang baik tidak hanya mengatakan hal-hal yang baik didengar tetapi bagaimana membuatmu merasa ingin lebih baik setelah mendengar kebenaran tentang dirimu. Sahabat juga adalah orang yang selalu mengingat kita dalam doanya meskipun jarang bersama (saya teringat betapa paniknya Isdah ketika ada isu sweeping KTP setelah kerusuhan Ambon karena khawatir saya yang beragama Katholik akan terkena sweeping). Sahabat yang baik juga berbahagia untuk kesuksesan sahabatnya dan mendorongnya untuk lebih maju.

Dear Isdah, gak terasa ya 18 tahun persahabatan kita. Saya tak pandai berkata-kata manis (you know me :-)) tetapi terima kasih sudah mengingatkan perjalanan kita selama ini. Mulai dari masih anak culun hingga kita beranak pinak ini. Terima kasih sudah menjadi pendengar yang baik dan penyemangat disaat yang tepat. Terima kasih untuk debat-debat dan segala pertengkaran yang membuat kita semakin mengenal diri sendiri dan dewasa. Kadang kata-kata tidak bisa menggambarkan dengan tepat apa yang kita rasakan namun saya yakin kita bisa saling paham tanpa harus mengucap sesuatu. Meskipun banyak kawan silih berganti, persahabatan kita tidak akan tergantikan dan malah akan semakin berkembang bersama anak-anak dan suami. Inilah mengapa saya tidak membalas SMSmu tadi pagi, terlalu panjang yang mau saya balaskan :-)…miss u, too my Aquarian partner..

 

Isdah dan Anna

Isdah dan Anna

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: