Posted by: nyomnyom | March 16, 2015

Diet Makanan untuk Anak Autis

Mendapat anugrah anak spesial dengan kebutuhan khusus membuat saya dan suami harus terus belajar dan banyak membaca. Kami telah membawa Arung ke beberapa psikolog dan terapis untuk diperiksa dan semuanya menyatakan Arung memiliki ciri-ciri dan gejala Autis berdasarkan hasil tes dan pengamatan mereka. Kami disarankan untuk segera memulai diet kepada Arung karena hampir sebagian besar anak Autis memiliki alergi terhadap jenis bahan makanan tertentu. Tak menunggu lama kami segera mencari informasi mengenai diet makanan untuk anak Autis. Untungnya sekarang ini begitu mudah dan cepat informasi didapatkan lewat internet dan juga dari buku-buku yang dijual di toko buku terdekat. Membayangkan orangtua-orangtua dan peneliti sebelumnya di tahun-tahun yang lalu dimana mereka masih bergulat dan berusaha mencari tahu makanan yang sehat untuk anak-anak Autis mereka sungguh membuat saya sangat berterima kasih atas kerja keras dan upaya tak henti mencari tahu asupan yang baik untuk anak-anak berkebutuhan khusus ini.

Untuk menentukan jenis bahan makanan yang cocok buat anak dengan gangguan spektrum autis, sebelumnya perlu diujicobakan kepada si anak terlebih dahulu. Tidak semua makanan meskipun tidak mengandung gluten dan casein aman bagi anak. Sebagai orangtua, kita yang semestinya melihat apakah setelah mengkonsumsi makanan atau cemilan tertentu si anak menjadi lebih agresif atau tantrum dan sebagainya. Anak kami, Arung, sebelumnya sangat tergantung pada susu. Bahkan lebih sering minum susu daripada makan. Sebelumnya dia berhenti ASI pada umur 2 tahun 2 bulan, meskipun selama masa menyusui itu juga dicampur dengan formula. Sejak berhenti ASI, Arung selalu minum susu formula dari botol dot dan juga minum susu UHT kemasan kotak kecil. Selain itu, Arung sangat menyukai biskuit dan wafer coklat. Kemana-mana harus ada kesukaannya itu biar dia tenang. Tetapi, meskipun dia akan tenang bila diberikan susu atau biskuit kesukaannya namun sering kali Arung tantrum (bahkan sampai menggigit dan menjambak rambut) dan menjadi malas makan.

Kami memulai detox susu ke Arung dengan menguatkan hati. Bukan kenapa-kenapa, saat menjalani masa detox itu saya seringkali menangis mendengar Arung meraung-raung meminta susu. Tidak tega rasanya melihat dan mendengar anak menangis dan meronta-ronta meminta susu. Untungnya, bapak Arung lebih kuat dan tegaan daripada saya. Salah satu dari orangtua memang harus lebih kuat agar diet dan detoxnya berjalan lancar. Dan diperlukan kerjasama yang baik antara orangtua dan keluarga lainnya agar patuh pada diet ini. Soalnya percuma juga anak diet di rumah tetapi begitu bersama kakek atau keluarga lain malah diberikan makanan yang semestinya dilarang.

Masa transisi ini berbeda pada tiap anak. Untuk mengganti susu sapi yang biasanya Arung minum, kami memberikan susu kambing Etawa Bubuk merek Gomars yang syukurnya dia suka juga. Pelan-pelan kami akhirnya sama sekali tidak memberikan susu karena menurut bapaknya Arung masih juga suka tantrum meski susunya diganti. Untuk cemilannya, kami menyetop sama sekali memberikan biskuit dan wafer susunya. Kebetulan di tempat terapi Arung ada yang menginfokan bahwa ada produsen Tropicana Slim mengeluarkan produk biskuit gluten free dan tidak mengandung susu yakni Alegron Cookies. Kebetulan disalah satu supermarket di kota Makassar ada yang menjual produk ini dan puji Tuhan Arung juga suka. Jadinya, kami tetap bisa memberikan cemilan yang sehat untuk dia. Selain itu, Arung juga sangat suka dengan cemilan kue semprit beras dan semprit sagu serta lipat 4 stevia dari Autis Food yang tidak mengandung tepung terigu dan gula pasir.  Berkat diet CFGF yang kami terapkan, lambat laun Arung mulai berkurang tantrumnya dan mulai agak fokus mendengar perintah.

yang biasa Arung konsumsi

yang biasa Arung konsumsi

Sebenarnya, apa sih itu diet Casein Free Gluten Free (CFGF) ini? CFGF ini merupakan bagian dari diet kepada penderita gangguan spektrum Autis. Menurut hasil beberapa penelitian, banyak anak-anak yang telah mengikuti diet ini mengalami perkembangan yang cukup pesat dan mulai mampu bersosialisasi lebih baik. Diet ini merupakan intervensi biomedis dimana anak Autis dilarang mengkonsumsi susu sapi atau makanan yang mengandung susu sapi dan tepung terigu. Susu sapi mengandung casein dan tepung terigu mengandung gluten. Anak Autis memiliki enzim pencernaan yang kurang sehingga makanan yang mengandung casein dan gluten tidak dapat dicerna dengan baik dan sempurna. Enzim yang kurang ini menyebabkan tubuh anak Autis menjadi tidak dapat mencerna dengan sempurna kasein dan gluten ini yang mengakibatkan rantai protein menjadi rantai-rantai pendek asam amino tidak sempurna yang disebut peptida. Uraian senyawa tidak sempurna ini masuk ke pembuluh darah dan sampai ke otak dalam wujud morfin yang disebut sebagai caseomorfin dan gluteomorfin dimana 100 kali lebih jahat dari morfin biasa karena mempengaruhi kerja otak dan pusat-pusat saraf yang menyebabkan anak menjadi berprilaku aneh dan sulit berinteraksi. Oleh karenanya, casein dan gluten harus benar-benar dihindari agar dapat meminimalkan gangguan morfin dan merangsang kemampuan si anak dalam menerima terapi.

Biskuit dan Gula Stevia

Biskuit dan Gula Stevia (sumber dari http://www.nutrifood.co.id)

Selain diet CFGF, anak Autis juga tidak boleh memakan makanan yang mengandung MSG, pengawet dan ragi. Tepung gandum, oat, mentega, yogurt, tempe adalah beberapa makanan yang tidak dianjurkan. Sebaiknya anak autis mengkonsumsi makanan yang masih segar dan organik. Untungnya Arung sangat menyukai sayuran hijau jadi tak perlu bersusah payah membujuknya untuk makan sayur. Kami juga berlangganan di toko online Autis Foods untuk cemilan dan beberapa keperluan untuk makanan Arung. Selain itu, kami sangat berhati-hati dengan bumbu masakan dan jenis makanan yang akan dimakan oleh Arung. Untuk minumannya, kami tidak lagi menggunakan gula pasir dan menggantinya dengan gula merah atau gula stevia (gula dari daun stevia, ada dijual di toko autis food dan Tropicana Slim juga memiliki produk gula stevia yang mudah didapat di supermarket terdekat). Air minum yang baik untuk kesehatan dan antioksidan tinggi yang kami berikan untuk Arung adalah Kangen Water yang memiliki pH 8.5-9.5 dan juga air mineral Super 02 dan Total 8+. Coklat tidak termasuk dalam makanan buat Arung karena biasanya Arung langsung tantrum begitu memakan coklat. Memang akhirnya kami sebagai orangtua harus lebih jeli dan berhati-hati dalam memberikan makanan buat Arung, namun melihat perkembangannya yang cukup lumayan semenjak menjalani diet ini kami menjadi kian semangat mencarikan alternatif makanan buat Arung.

Untuk tahu makanan apa saja yang dianjurkan dan tidak dianjurkan untuk anak Autis, bisa dicek pada link disini. Saya menyarankan untuk sering-sering memperhatikan perkembangan anak dan mencermati makanan apa yang paling cocok karena tiap anak Autis memiliki kepekaan yang berbeda terhadap jenis makanan tertentu meskipun tidak mengandung casein dan gluten. Semoga bermanfaat.

Advertisements

Responses

  1. Postingannya menarik, mohon info alamat supermarket yang menjual makanan untuk anak autis di makassar. Makasih

    • salam…di Makassar yang khusus menjual cemilan anak autis belum ada kayaknya pak.. tapi ada biskuit gluten free casein free dr Tropicana, namanya Alegron.. sy biasanya beli online utk cemilan dan bahan makanannya.. ada juga resellernya di jl. veteran


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: