Posted by: nyomnyom | April 9, 2015

Bepergian Dengan Anak Penyandang Autisme

Situasi yang membuat orangtua dengan anak penyandang autisme cukup kerepotan adalah ketika membawa anak penyandang autis pergi ke tempat umum misalnya ke pertokoan, mal, ke suatu acara dan sebagainya. Beberapa anak ada yang bisa tenang ketika berada di keramaian, namun banyak juga anak yang menjadi terlalu antusias atau malah menjadi tantrum. Orang yang terlalu banyak lalu lalang, suara yang bising dan suasana yang baru adalah beberapa faktor yang membuat mereka menjadi tidak nyaman. Terkadang juga ada anak yang saking antusiasnya ingin menjelajahi semua ruangan dan memeriksa semua pajangan.

Orangtua tentunya harus lebih ekstra hati-hati menjaga anak dan sering-sering meminta permakluman bahkan mungkin harus minta maaf bila anak tiba-tiba berteriak dan nangis meraung-raung atau merebut mainan anak lain yang sedang lewat. Terkadang saya sendiri merasa sedih bila harus meminta permakluman ketika Arung anak saya tantrum. Belum lagi tatapan heran dan penuh tanda tanya dari orang-orang yang membuat saya jengah. Saya sedih bukan karena kondisi anak saya. Saya merasa sedih karena masih banyak orang yang belum mengerti dan menerima bahwa anak penyandang autisme memiliki momen-momen dimana mereka merasa tidak begitu tahu cara mengekspresikan perasaannya sehingga menjadi pusat perhatian.

Bepergian dengan anak penyandang autisme memang perlu persiapan. Sejak dari rumah anak dijelaskan tujuan dan situasinya agar anak siap. Jika tempat yang dituju adalah tempat yang sering didatangi tentunya anak sudah sedikit familiar dan mengerti. Namun jika tempatnya baru pertama kali didatangi, orangtua sebaiknya mempersiapkan barang-barang yang dibutuhkan anak terutama bila anak merasa bosan atau tak nyaman seperti cemilan kesukaannya, mainan dan sebagainya. Tempat yang ramai juga membuat orangtua harus memperhatikan si anak, jangan sampai terlepas dari pandangan. Anak autis umumnya memiliki ketertarikan khusus terhadap suatu barang atau hal tertentu, misalnya kereta api, air, mobil dan lain-lainnya. Bila anak melihat kesukaannya biasanya mereka langsung ingin memegang atau menuju kegemarannya itu. Sebaiknya orangtua, terutama dengan anak non verbal dan masih kecil, menjahit  label nama dan nomor telepon yang bisa dihubungi dibaju anak  untuk berjaga-jaga seandainya anak hilang atau tersesat. Bisa juga dengan gelang karet bertuliskan nama dan nomor telepon. Saya tidak menyarankan memakaikan ID card karena selain anak terlihat beda juga sering membuat anak tak nyaman dan jadinya mereka melepaskannya. Sekarang ini cukup mudah didapatkan/dibeli label untuk pakaian yang bisa disematkan pada pakaian anak. Salah satunya yang di jual di Instagram adalah akun IG : labelpitasablon dan craftbyrini (saya bukan penjualnya, cuma pernah ikut memesan saja )

Contoh label

          Contoh Label (photo by Alfu Laila)

Lanjut lagi, bagi orangtua yang memiliki kendaran roda empat mungkin tidak terlalu susah ketika membawa anak ke suatu tempat, namun bagi keluarga yang hanya memiliki kendaraan roda dua tentunya ini akan merepotkan. Cukup sulit menggonceng anak autis dengan motor apalagi kalau anak susah untuk duduk diam dan tenang. Anak saya sangat suka naik motor. Kalau dia melihat hal-hal yang dia sukai dia akan melompat-lompat. Dan jika dia lagi kesal atau marah dia bisa saja tiba-tiba mencubit atau menarik baju. Selain tidak aman dan berbahaya, juga membuat repot bapak atau ibunya yang menggonceng. Ketika anak kami diterapi di tempat pertamanya, seorang ibu yang juga tiap pagi menggonceng anak pertamanya berbagi tips bepergian dengan sepeda motor. Suami saya lalu memesan boncengan pengaman yang sama lewat situs ini. Sandaran dan double safety belt nya membuat anak saya nyaman dan bapaknya tak perlu lagi khawatir jika anak kami tiba-tiba tertidur atau ingin melompat.

Boncengan Motor Aman

             Boncengan Motor Aman 

Penting juga untuk menjelaskan kondisi anak kepada pengelola atau penjaga tempat-tempat umum yang sering didatangi oleh anak agar jika tidak diminta-minta anak tersesat atau melakukan hal yang menggangu maka orang tersebut bisa membantu menjelaskan. Dan yang paling utama adalah selain memberikan yang terbaik dan menyiapkan kebutuhan anak, tentunya doa yang banyak agar anak kita senantiasa dilindungi dan dijaga serta terhindar dari segala marabahaya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: