Posted by: nyomnyom | June 4, 2015

Biasa yang Luar Biasa

Sebagai seorang yang biasa-biasa saja, saya cukup beruntung bisa mengenal beberapa orang yang juga biasa saja tetapi mereka melakukan hal-hal yang luar biasa. Dari mereka saya banyak belajar tak hanya pengetahuan baru tetapi juga bagaimana kecintaan pada sesuatu bisa membuat seseorang berani mengambil tindakan nyata dan bahkan meninggalkan zona nyamannya.

Hari ini saya belajar banyak dari pak Suleman Miting. Beliau adalah seorang pemerhati kopi Toraja dan pendukung perdagangan yang adil untuk para petani. Latar belakang beliau sebagai seorang yang pernah bekerja untuk LSM lingkungan hidup dan pekerjaannya sebagai surveyor untuk arung jeram dan kegiatan outdoor sedikit banyak membuatnya tahu banyak tentang kelangsungan kopi terutama arabica di Toraja.

Harga yang diberikan kepada petani dari tengkulak sangat rendah. Bahkan secangkir kopi arabica Toraja di kafe terkenal di kota-kota besar lebih mahal daripada harga seliter biji kopi yang dibeli dari petani. Tak mengherankan banyak petani kopi di Toraja mulai meninggalkan kebun kopinya dan mencari lahan pekerjaan lain. Bila dibandingkan kopi yang hanya panen sekali setahun dan dibeli rendah dengan narik ojek ke Rantepao kemudian mendapat ongkos yang lumayan, tentunya tak bisa disalahkan bila banyak dari mereka yang memilih mengabaikan pohon kopinya.

Padahal, kopi arabica Toraja sudah mendapatkan nama dan memiliki penggemar sendiri bagi pecinta kopi. Bahkan dahulu terjadi perang kopi di Toraja dikarenakan banyak kerajaan yang ingin mendapatkan hasil bumi Tondok Lepongan Bulan Matari Allo ini. Menurut pak Suleman, kopi di Toraja dibawa oleh saudagar Arab yang mana kata kopi dikenal dengan nama Kahwa. Tetapi karena orang Toraja sulit melafalkan “Wa” maka disebut lha “Kaa”. Nama Kaa ini yang digunakan pak Suleman sebagai merek dagang kopinya.

Yang menarik dari pak Suleman, beliau membeli kopi dari petani dengan harga layak dan mengolahnya secara tradisional. Itu pun dalam jumlah yang terbatas. Beliau juga tak tertarik membuka cabang di kota-kota lain. Katanya, “jika orang ingin minum kopi Toraja ya harus datang ke Toraja”. Cita-cita beliau ingin membuka galeri kopi dari desa-desa di Toraja dimana petani bisa menitipkan contoh kopi mereka (dengan kualitas yang baik dengan standar yang telah pak Suleman ajarkan) serta nomor telepon agar pembeli bisa langsung mencoba dan menghubungi petaninya langsung.

Saya belajar banyak dari pak Suleman. Bahwa dalam hidup tak perlu mencari yang berlebih. Secukupnya saja namun sebaiknya memberikan berkat pula bagi orang lain. Bekerja yang baik dan jangan mengambil yang bukan milikmu dan jangan pula memberikan terlalu sedikit yang menjadi hak orang lain. Kata beliau kepada saya, “mbak Anna, percayalah, jika kita menabur padi maka tak mungkin alang-alang yang akan tumbuh. Begitu pula sebaliknya, bila kita menabur alang-alang mustahil padi yang akan tumbuh.” Terima kasih pak Suleman untuk pembelajaran yang berharga ini. Pembelajaran yang tak mungkin saya dapatkan dari textbook atau sekolah tetapi justru dari orang biasa yang sungguh luar biasa.

Pak Suleman Miting

Pak Suleman Miting

#NulisRandom2015 #Day3 #NulisRandom2015Day3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: