Posted by: nyomnyom | June 6, 2015

Membersihkan vs Memasak

Jikalau ditanyakan mana yang lebih kusuka, memasak atau membersihkan rumah, pastilah saya akan memilih memasak. Meskipun tak lezat-lezat amat, tetapi saya sangat suka berada di dapur untuk memasak. Beberapa stasiun tv  yang menayangkan acara masak-masak sering kutonton dengan serius. Saya selalu kagum dengan kepiawaian juru masak itu menyajikan masakannya. Sungguh cantik dan rasanya sayang untuk disantap saking menariknya tampilannya.

Jangan heran jikalau saya tak menyukai pekerjaan terkait beberes. Bukan mengapa, saya adalah orang yang sentimentil. Saya sering menyimpan barang-barang yang mungkin bagi orang lain adalah sampah tetapi bagi saya menyimpan banyak kenangan. Misalnya, sampai sekarang saya masih menyimpan potongan kumis dan gigi taring yang lepas milik kucing saya yang mati karena tua. Selain itu, setiap kali membereskan kamar saya biasanya menemukan buku-buku lama atau catatan tua yang terselip sejak dulu. Yang ada biasanya saya tenggelam bersama buku-buku atau catatan itu sampai lupa untuk melanjutkan menyapu atau mengepel.

Salah satu yang bisa disalahkan juga untuk ketidaksukaan saya pada kegiatan membersihkan adalah karena ketika kecil sampai kakak kuliah di luar kota, saya selalu sekamar dengannya. Karena kakak saya sangat rapih dan rajin membersihkan, maka tugas ini tak pernah jadi kewajiban saya. Makanya sampai dewasa saya tak terbiasa membersihkan. Sahabat saya, Isdah, pernah mengatakan bahwa bawaan dari anak bungsu adalah kamar yang berantakan. Dia punya dua bukti nyata yang selalu disampaikan ketika kami berdebat soal anak sulung-anak bungsu yakni saya dan Aliah, kawan kami yang lain yang juga seorang anak bungsu dan kamarnya selalu berantakan.

Namun, semenjak menikah, kamar saya menjadi lumayan beradab. Mulai lebih rapih dan cukup sering dibersihkan. Berbagi ruangan dengan Arung dan bapaknya membuat kebiasaaan saya menumpuk kenangan dengan barang-barang mulai berkurang. Belakangan ini juga saya lebih suka menimbun lemak dengan kembali rajin memasak. Hari ini saya ingin menyajikan sop dan sambal goreng pete kesukaan bapak. Arung pun tak kalah antusiasnya membantu dan mengganggu saya di dapur. Jadi, mari kita memasak !

#NulisRandom2015 #Day6 #NulisRandom2015Day6

Arung bantu mamak di dapur

Arung bantu mamak di dapur

Advertisements

Responses

  1. Saya kebalikannya Tan Anna. Saya suka lihat orang memasak, selalu kagum sama mereka yang pandai memasak. Bukan saya tidak bisa memasak. Tapi lebih suka tinggal makan. Haha…

    Kalau urusan bersih-bersih saya lebih mahir, tapi suka ngamuk kalau kotor lagi…

    • Kata mamakku..semua bisa belajar masak..tp soal membersihkan itu bawaan..susah diubah wkwkw


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: