Posted by: nyomnyom | June 8, 2015

Don’t Worry…It’s Gonna Be Alright

Memiliki anugrah anak yang menyandang autisme non-verbal membuat saya jadi lebih menghargai hal-hal kecil yang mungkin saja bagi orangtua lain kurang begitu diperhatikan. Seorang anak autis memerlukan latihan sangat lama untuk bisa menguasai satu hal meskipun antara anak yang satu dengan lainnya berbeda-beda tetapi umumnya cukup memakan waktu untuk mendengarnya bisa mengucapkan satu kata atau melakukan sesuatu. Tak jarang pula yang pernah dikuasai itu tiba-tiba bisa terlupakan lagi begitu saja.

Anak saya Arung diusianya yang menuju 5 tahun ini masih belum bisa berkata-kata melebihi dua kata. Sejak rutin diterapi dan menjalani diet CFGF, sudah banyak perubahan yang kami syukuri. Belakangan ini Arung senang menyebut kata “Anna”, dengan lafal yang jelas dan suara yang lantang. Kata gurunya, di sekolah dia diajarkan nama orangtuanya dan ketika nama lengkap ibunya disebut Arung lalu berteriak “Anna”. Sejak itu, ketika saya pulang ke rumah di Makassar maka Arung akan menyambut dengan memanggil “Anna”. Baru-baru ini juga dia suka menyebutkan kata “apa”, “opa” dan “almer” (nama temannya). Entah, apakah Arung mengerti kata yang dia ucapkan namun kegembiraan sungguh meliputi kami.

Tingkah polanya pun sungguh bikin saya sering gemes, geregetan dan juga rindu sangat. Bila saya berada didekatnya maka dipastikan akan dikuasai oleh Arung. Apa-apa harus dengan si mamak. Sampai-sampai dari tidur hingga bangun harus melihat muka si mamak. Dan mungkin pula karena sering melihat saya dan bapaknya mengolah bahan makanan di dapur, Arung senang mengamati kami memasak. Seringkali dia juga ingin ikut terlibat semisal memotong sayur (baca: merobek sayur dengan tangannya) atau ikutan mau mengulek bumbu. Ketika keinginannya tidak terpenuhi, maka segala cara dilakukan untuk membujuk saya yang memang mudah untuk terhanyut rayuannya. Walhasil si bapak yang akan marah-marah karena diet yang bocor atau Arung keasikan main gadget.

Setiap kali melihat Arung bermain ataupun sedang terlelap, seringkali saya bertanya-tanya kira-kira apa yang sedang dia pikirkan? Apakah dia mengerti apa yang kami ucapkan? Apakah dia bahagia? Apakah dia nyaman dengan sekitarnya? Apakah dia juga memikirkan kami, orangtuanya? Berbagai pertanyaan yang terkadang saya sendiri tak yakin bisa menjawabnya. Saya dan bapaknya seringkali memperhatikan Arung dan melihat betapa besarnya dia sekarang. Ketakutan terbesar kami adalah tak bisa menemani dan melihatnya bertumbuh. Semua seakan berpacu dengan waktu untuk memastikan Arung kelak bisa mandiri dan bisa melewati dengan baik tantangannya.

Sekarang ini saya cukup jeli dan lebih perhatian dengan hal-hal terkait anak berkebutuhan khusus bila berada di tempat umum. Saya lebih mudah mengenali ABK dan biasanya saya dengan orangtua si anak saling menatap sekilas dengan senyum seakan mengatakan satu sama lain, “Jangan khawatir, kamu tak sendirian. Kita pasti bisa.”

#NulisRandom2015 #Day8 #NulisRandom2015Day8 #Autism #Autismawareness

IMG_20150519_1209598

Advertisements

Responses

  1. mbak Annaaa…. very inspiring, you are so great… sure, everything will be alright… big hugs


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: