Posted by: nyomnyom | June 21, 2015

Belajar dari Film

Audrey Hepburn mengatakan, “everything I learned, I learned from the movies”. Sebagai seorang penggemar dan pencinta film, benar juga kata si mbak Audrey ini. Banyak hal yang saya dapatkan dari kesukaan menonton film. Sejak masih remaja saya memang tergila-gila dengan film-film yang diputar di TVRI meskipun terkadang saya harus tidur larut malam demi menuntaskan sebuah cerita yang ditayangkan. Waktu itu memang belum ada televisi swasta apalagi TV kabel. Video yang disewakan pun masih berbentuk kaset tebal dan baru satu dua keluarga yang memiliki pemutar videonya. Terkadang saya dan teman-teman mesti ke rumah tetangga yang baru saja menyewa sebuah film meskipun jaraknya cukup jauh.

Tak ada batasan genre film yang menjadi kesukaan saya. Terkadang saya pulang ke rumah dengan imajinasi menjadi seorang pendekar lengkap dengan pedangnya hanya karena habis nonton film silat mandarin. Pernah juga lebih seminggu saya tak berani ke WC sendian karena habis menuntaskan film horornya Suzanna. Sekali waktu juga saya ingin memotong rambut pendek ala Demi Moore yang sedang ngetop dengan film Ghost-nya.

Selain terbawa suasana, gara-gara film juga saya jadi tertarik belajar bahasa Inggris. Boleh dibilang pula tempat awal saya belajar cas cis cus dalam bahasa Inggris adalah lewat film-film yang diputar di televisi ataupun dari video tape sewaan. Ketika saya remaja, kursus bahasa Inggris sulit dijangkau apalagi saya tinggal di perbatasan kota waktu itu. Kursus bahasa asing hanya ada di kota dan itupun masih sangat terbatas. Film adalah tempat kursus saya dan membuat belajar bahasa jadi menyenangkan sebab saya juga bisa menikmati berbagai cerita. Saya tinggal mencocokkan kata-kata pemainnya dengan subtitle bahasa Indonesia yang ditampilkan dibagian bawah. Untungnya Indonesia bukan Spanyol yang mewajibkan semua film harus didubbing. Di Indonesia umumnya yang didubbing adalah bahasa asing lainnya seperti bahasa spanyol atau jepang.

Seiring waktu, kesukaan saya pada film bukannya berkurang malah kian menjadi-jadi. Jika tak sedang membaca buku biasanya saya menonton film. Saya masih ingat film pertama yang saya tonton di bioskop di Makassar ketika masih SMP adalah film Indonesia yang disadur dari sandiwara radio yang berjudul ‘Ibuku Malang Ibuku Sayang’. Kebetulan kakak kelas saya yang super kece waktu itu ketemu juga di bioskop yang sama, makanya saya ingat betul. Hehee. Ketika itu bioskop di Makassar masih banyak. Ada bioskop 21, Makassar, Arini dan beberapa lagi yang saya lupa. Abang saya juga pernah terpaksa bela-belain ngantar saya ke bioskop yang jauh dari rumah karena saya tak ingin ketinggalan nonton film ‘The Bodyguard’ yang dibintangi oleh Kevin Costner.

Saya sendiri bila ditanya film apa yang menjadi favorit saya pasti akan sulit menjawabnya. Ada beberapa film yang membuat saya menangis haru, ada yang membuat saya berpikir keras, ada yang membuat saya marah dan sebagainya. Namun memang ada film-film yang tak pernah bosan saya putar ulang bahkan saya menghapal kalimat yang diucapkan oleh aktor dan aktrisnya.

Film-film karya sutradara Richard Linklater adalah beberapa yang sering saya putar ulang. Trilogy Before, School of Rock, Fast Food Nation dan Boyhood adalah film arahan beliau yang sungguh cerdas dan inspiratif. Pertama kali saya menonton Before Sunrise, saya menyewanya dari sebuah toko video dekat cafe baca tempat saya sering nongkrong sepulang kerja sebagai sekertaris disalah satu rumah sakit di Makassar. Terus terang saya mengambilnya dari rak karena sepertinya ini film romantis picisan. Waktu itu saya begitu lelah dan hanya ingin nonton film yang ringan dan tak rugi bila tertidur.

Rupanya saya salah besar. Film yang dibuat tahun 1995 ini dan diperankan dengan sangat baik dan ciamik oleh Ethan Hawke dan Julie Delpy membuat mata saya melek dan kantuk jadi hilang. Saya sangat menyukai dialog-dialog tokoh Jesse dan Celine ini baik sejak mereka mulai bertemu diatas kereta dari Budapest hingga ketika Jesse berhasil membujuk Celine untuk turun di Vienna dan menemaninya menghabiskan waktu hingga waktu penerbangannya tiba esok paginya. Bagi sebagian orang mungkin terasa membosankan menonton scene demi scene hampir hanya berisi dialog dua orang saja. Tetapi jika benar-benar dicerna, pembicaraan mereka berdua selama kurang lebih 101 menit penuh dengan berbagai tema, cinta, kehidupan, agama, orangtua, keluarga hingga kehidupan sehari-hari. Film ini selalu saya rekomendasikan keteman-teman.

Sosok Celine dalam Before Sunrise adalah seorang perempuan muda dari Perancis dan Jesse si pemuda Amerika yang baru pulang mengunjungi kekasihnya di Eropa. Mereka bertemu diatas kereta dan memutuskan berjalan kaki menyusuri Vienna dari sore hingga esok paginya sebelum mereka kembali berpisah diperon kereta. Tahun 2004, Linklater kembali merilis sequelnya berjudul Before Sunset yang menceritakan pertemuan kembali Jesse dan Celine di Paris ketika Jesse diundang untuk mempromosikan novelnya berdasarkan kisah percakapan mereka sebelum matahari terbenam sembilan tahun yang lalu. Tuhan, hubungan percintaan, pilihan hidup, politik dan kehidupan sosial adalah beberapa topik yang dibahas oleh Jesse dan Celine kali ini.

Celine yang berumur 32 tahun mengajak Jesse berkeliling Paris sebelum pesawat yang akan membawa Jesse kembali ke Amerika mengudara. Masih dengan pemain yang sama, Linklater membawa penonton menikmati keindahan Paris sembari mendengarkan argumen-argumen dua tokohnya yang semakin dewasa. Linklater memang terkenal sebagai sutradara yang setia dengan pemainnya. Ethan Hawke sendiri bermain di Trilogy Before, Boyhood dan beberapa film besutan Linklater. Jack Black juga sering membintangi film-film Linklater seperti School of Rock dan Bernie. Before Midnight adalah kelanjutan dari sequel sebelumnya dan dibuat pada tahun 2013.

Richard Linklater selain sering memakai film yang sama, juga membuat film dalam jangka waktu pengambilan gambar yang lama. Dengan pemain-pemain yang sama, Linklater membuat project film berjudul Boyhood yang syutingnya selama lebih dari 12 tahun. Film yang juga dimainkan oleh anaknya sendiri ini mengisahkan hubungan seorang anak laki-laki dengan ibu dan ayahnya yang telah bercerai. Film ini berdurasi 2 jam 46 menit dan dirilis pada tahun 2014. Bagi non-Linklater fans, film ini seperti halnya Trilogy Before mungkin akan terasa membosankan. Detail pada objek dan dialog pemain adalah kekuatan Linklater menurut penggemar karya-karyanya termasuk saya. Pada scene Mason meninggalkan rumah ibunya adalah puncak dari drama keluarga ini. Saya sendiri seakan terhanyut dan merasakan emosi si ibu merawat si anak dari kecil hingga akhirnya mandiri. Mungkin inilah mengapa disebut ’empty nest’. Ketika akhirnya film berakhir saya seperti masih ingin tahu apa yang terjadi pada Mason, Samantha dan ibu serta ayahnya. Teman saya mengatakan dia tertidur ketika nonton. Bagi saya 2 jam 46 menit masih kurang.

Selain Richard Linklater, saya juga menyukai film-film dari Quentin Tarantino yang terkenal satir dan berdarah-darah. Tarantino sama halnya dengan Linklater seringkali memakai aktor dan aktris yang sama diberbagai filmnya, salah satunya Uma Thurman yang bahkan diakui oleh Tarantino sebagai ‘muse’ nya dalam membuat film. Uma Thurman bermain bagus di Pulp Fiction dan Kill Bill Volume 1 dan 2. Film-film Tarantino lainnya yang juga bagus meski sedikit sadis disana sini adalah Django Unchained, Reservoir Dogs, dan Inglourious Basterds.

Sebenarnya masih banyak lagi film-film yang saya mendapat banyak pembelajaran dari dialog-dialognya yang reflektif dan inspiratif. Terkadang saya seperti mendapat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul dikepala ketika saya mencoba memahami sesuatu. Film membuat saya berpikir sekaligus memberikan saya pemahaman yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Terkadang saya membayangkan seandainya kehidupan nyata seperti film. Ketika pertama kali menjalani masih menebak-nebak apa yang akan terjadi. Dan ketika berakhir, masih bisa diputar ulang atau dibuatkan lanjutannya. Ya, seandainya…

Sumber : pinterest.com

Sumber : pinterest.com

#NulisRandom2015 #Day20 #NulisRandom2015Day20

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: