Posted by: nyomnyom | June 25, 2015

Tabek Senior..

“Being old is a must, but being mature is a choice”.

Banyak orang, termasuk saya, seringkali karena merasa cukup dewasa, matang dan berpengalaman hingga terkadang menganggap sepele mereka yang berusia lebih muda. Merasa lebih senior.

Senior umur saja sudah sok bijak apalagi ditambah senior pengalaman (entah di tempat kerja, sekolah dsb). Jangan dihitung kata-kata, “dulu saya….” atau “saya pernah…”. Menasehati dan sedikit memerintah tentunya tak ketinggalan.

Bayangkanlah suatu saat mendapat bos yg jauh lebih muda dan masih newbie diperusahaan. Betapa tak menyenangkannya dimarahin atau diperintah oleh anak kecil yang belum tahu apa-apa. Sayangnya, banyak yang lupa. Roda tak selamanya diatas. Mereka yang tidak mengupdate ilmunya dan keterampilannya bakal tergerus. Ada alasan mengapa anak muda itu jadi bos dan kita yg lebih tua jadi anak buah. Pikir sendiri artinya.

Mereka yang susah menerima kenyataan bahwa senioritas tidak berlaku bila berbicara soal profesionalisme mestinya malu hati. Berbicara dibelakang dan mengeluh hanya karena tendensi ketidaksukaan diperintah yang lebih muda hanya menunjukkan bahwa memang mereka pantas berada dibelakang, bukan menjadi atasan.

Senioritas tidak menjamin kemampuan seseorang. Saya belajar banyak untuk menghindari menjadi sok bijak dan sok berpengalaman. Umur tidak menjamin kedewasaan seseorang. Bersyukurlah bila mampu terhindar dari godaan ingin dihormati karena merasa senior. Mari refleksi diri.

#NulisRandom2015 #Day23 #NulisRandom2015Day23

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: